Selamat Datang di website SpiritHaji.com
 
Baqi2"Fin kubur Usman bin Affan? (Di mana letak kuburan Usman bin Affan)," tanya seorang peziarah. "Hinaka Aksari min (Di sebelah sana)," jawab askar (polisi) sambil menunjukkan jarinya jauh ke sebuah tempat di Maqbarat Al Baqi` (Pemakaman Baqi`), Madinah, Arab Saudi.

Ketika menuju ke arah yang ditunjuk, lagi-lagi peziarah yang kebanyakan jamaah haji ini semakin bertambah bingung untuk mengetahui letak persis makam sahabat Rasulullah SAW, Usman bin Affan R.A. itu.

"Ya, apalagi mau nyari makam Siti Aisyah, Fatimah sama yang lainnya. Jadi, yang mana neh?" tanya Wisnu Ulandaru dari TVOne, saat pagi buta mengunjungi Pemakaman Baqi` seusai salat subuh di Masjid Nabawi, Madinah (16/12) waktu setempat. "Tenang bro, kita doa aja untuk semua sekaligus, kan sama aja Nu. Yang penting bisa foto-foto di sini, buat Facebook-an hehehe..." jawab penulis saat itu menjawab sekenanya.

Setelah berbutar-putar di areal pemakaman seluas 138.000 meter persegi yang dikelilingi pagar tembok bermarmer setinggi 4 meter itu juga ragu mana letak posisi Usman bin Affan disemayamkan. Akhirnya, banyak jamaah haji atau peziarah yang berdoa di tempat mana saja yang diyakini merupakan kuburan sahabat Rasulullah Muhammad SAW atau Khulafa Rasyidin ketiga dan keluarga Rasulullah itu.

Sebenarnya, di bagian pintu gerbang masuk dibangun tempat ziarah yang lebih tinggi. Sehingga para peziarah bisa melihat pemakaman tanpa harus masuk tapi cukup dari luar pagar. Peziarah dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, India, Irak, Turki, Cina dan sejumlah negara lainnya juga berbondong-bondong menuju pemakaman yang juga disebuat Jannatul Baqi` (Taman Surga) atau Baqi` Al Gharqad.

Pemakaman di Baqi` atau Ma`la yang berada di Mekah Al Mukarramah hampir sama dengan sejumlah pemakaman di kawasan Arab Saudi. Tidak bernisa maupun dibangun seperti di Indonesia atau negara lainnya. Hanya kumpulan batu sebagai penanda nisan pekuburan. Sebagaian jamaah haji atau peziarah menyayangkan, kenapa pemerintah Arab Saudi tidak memasang daftar nama siapa tokoh, apalagi sekaliber sahabat dan keluarga Nabi Muhammad SAW, sebagai penunjuk siapa saja yang dimakamkan di sana.

"Padahal yang dimakamkan di sini adalah orang-orang penting dalam perjuangan Islam maupun tingkat kesalehannya. Cuma segini penghargaan kepada mereka?" ujar salah seorang jamaah haji Indonesia yang berada di lokasi.

Ya, tidak hanya sahabat Usman bin Affan yang berada di pemakaman Baqi`, tapi setidaknya ada 10.000 sahabat Nabi Muhammad SAW lainnya yang dimakamkan di sini. Keluarga Rasulullah yang berada di Pemakaman Baqi` adalah Abbas bin Abdullah (Paman Rasulullah), Halimatus Sa`diyah (Ibu susuan Rasulullah waktu kecil).

Sementara istri-istri Rasulullah SAW yang dimakamkan di Baqi` antara lain Siti Aisyah, Umi Salamah, Juariah, Zainab, Sofiyah, Hafsah dan Mariyah Kibtiyah. Sedangkan Siti Khodijah berada di Pemakaman Ma`la (Makkah) dan Siti Maimunah berada pinggir jalan di kawasan Zam`un menuju Madinah dari arah Makkah.

Putra dan putri Rasulullah SAW yang dimakamkan di Baqi` juga adalah Siti Fatimah, Q`asim, Abdullah, Ibrahim, Ruqaiyah, Zainab dan Umi Kalsum. Cucu Rasulullah yang dimakamkan di Baqi` adalah Sayyidina Hasan RA hingga keturunannya, begitu juga keturuna para sahabat dan Ibunda Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.

Sejak dahulu memang Pemakaman Baqi` sudah ada sejak zaman jahiliyah. Sejak era pengembangan Islam oleh Rasulullah SAW, pemakaman ini diperuntukkan bagi semua kaum Muslimiman dari golongan Anshar dan Muhajirin, atau siapa pun, termasuk saat ini bagi para jamaah haji yang wafat di tanah suci.

Begitu juga yang berlaku di Pemakaman Ma`la, di mana makam istri pertama Rasulullah SAW, Siti Khodijah dan ibunda Rasulullah, Siti Aminah AS berada. Kondisinya sama, semua peziarah hanya meraba-raba siapa saja yang dimakamkan di sini. Kecuali kedua makam penting ini yang dibagian dalamnya dipagari khusus dengan tembok yang sangat tinggi.

Namun saat ini, yang dimakamkan di Pemakaman Ma`la atau Janatul Mu`ala ini hanya bagi penduduk asli Makkah atau Arab Saudi saja. Sedangkan penduduk pendatang serta jamaah haji dikuburkan di Pemakaman Syaraya, jauh di luar Kota Makah Al Mukarramah.

Semua kalangan banyak menyayangkan sikap pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menelantarkan dan tidak menghormati sejarah. Semua mengakui, ziarah kubur bisa membuat syirik atau bid`ah. Terutama awal perjuangan Islam, Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Dulu aku larang kalian berziarah kubur, namun sekarang silakanlah kalian berziarah (HR Muslim)."

Sebenarnya perintah berziarah kubur ini sudah cukup banyak dibahas di berbagai hadits, termasuk fadlilahnya (keistimewaannya). Terutama menziarahi para Nabi, para ulama, sesama kaum Muslimin Muslimat, termasuk untuk memperbanyak ingat mati.

Hanya saja akhir-akhir ini topik ziarah kubur selalu dikoneksikan dengan topik meminta sesuatu dari kuburan, yang berujung ke peniadaan anjuran ziarah. Reduksi makna ini makin menjadi, saat diributkan tentang status bertawasul kepada para Nabi, para syuhada dan shalihin yang sebetulnya banyak disebutkan kesunahannya dalam ayat suci Alquran dan hadits Rasulullah SAW.

Banyak para ulama mengatakan, seandainya doa seseorang kepada Allah SWT di saat mengunjungi makam kekasih-Nya, akhirnya dikabulkanNya, maka itu adalah hak Allah SWT. Bahkan seandainya Allah SWT mengutuk seseorang yang memusuhi orang yang menziarahi kekasih-Nya, maka itu pun hak Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW berkata, "Barang siapa yang mendatangiku dengan tujuan ziarah, yang dia tidak punya keperluan lain, kecuali untuk menziarahiku, maka hak bagi Allah untuk menjadikan aku sebagai orang yang memberinya syafa`at di hari Kiamat (Hadist Riwayat Addaruquthni)."

Begitu juga keterangan yang disampikan Ibnu Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa berhaji, lantas kemudian menziarahiku setelah wafatku, maka dia seperti halnya menziarahiku di waktu hidupku" (Hadist Riwayat Addaruquthni). Subhanallah... (Rizal, Tim MCH)


 
logo